Manfaat Temulawak untuk Kesehatan dan Diet

Manfaat Temulawak untuk Kesehatan dan Diet

Banyak orang yang berpikir bahwa temulawak dan kunyit memiliki kesamaan, namun ternyata kunyit dan temulawak memiliki masing-masing manfaat. Dari sekian ramuan tradisional di Indonesia, temulawak atau curcuma xanthorrhiza roxb adalah salah satu yang telah teruji secara ilmiah. (1)

Kandungan nutrisi temulawak

Tentu saja, temulawak memiliki kandungan nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Per 100 gram temulawak mengandung nutrisi (2)

  • Air: 12,85g
  • Energi: 312 kalori
  • Protein: 9,68g
  • Lemak: 3,25g
  • Karbohidrat: 67,14g
  • Serat: 22,7g
  • Gula: 3,21g
  • Kalsium: 168mg
  • Besi: 55mg
  • Magnesium: 208mg
  • Kalium: 2080mg
  • Sodium: 27mg
  • Vitamin C: 0,7mg
  • Vitamin E: 4,43mg

Temulawak juga mengandung kurkumin sekitar 1,6-2,2% dan serat sekitar 2,58-4,83%. Selanjutnya, temulawak memiliki kandungan, seperti pati, protin, minyak asiri, phelandren, turmerol, dan borneol. Masing-masing kandungan tersebut memiliki manfaatnya masing-masing. Sehingga temulawak memiliki banyak manfaat yang baik untuk kesehatan sehingga berguna untuk mengobati penyakit. Menurut Badan Pengawasan obat dan Makanan (BPOM), sebanyak 900 produk obat tradisional di Indonesia, sebagian besarnya memiliki kandungan temulawak. Terlihat jelas bahwa temulawak sangat berguna untuk mengobati penyakit. Keunggulan temulawak adalah memiliki sifat anti oksidan, anti kanker, anti hipertensi, anti inflamasi, anti bakteria yang efektif sehingga memilki banyak manfaat (3, 4). Mari kita lihat beberapa manfaatnya.

Manfaat temulawak untuk kesehatan

Mengatasi masalah sistem pencernaan

Temulawak memiliki kandungan serat dan kurkumin yang cukup tinggi sehingga dapat membantu melancarkan pencernaan. Selain itu, temulawak dapat merangsang produksi cairan empedu di kantung empedu. Sehingga beramnfaat untuk membantu pencernaan serta metabolisme dalam tubuh. (2)

Meningkatkan fungsi ginjal dan mengeluarkan toksin dalam tubuh

Kandungan minyak asiri sekitar 6% di dalam temulawak mempunyai salah satu manfaat, yaitu meningkatkan fungsi ginjal. Hal ini karena temulawak mampu menyaring darah dari racun dan sisa-sisa metabolisme tubuh. Selain itu, kandungan phelandren dapat membantu mengeluarkan toksin dari dalam tubuh. (2)

Membantu proses metabolisme dan pemulihan kesehatan tubuh

Kesehatan tubuh sangat dipengaruhi oleh metabolisme yang lancar. Kandungan pati dan turmerol yang ada di dalam kandungan temulawak dapat melancarkan metabolisme tubuh. Selanjutnya, kandungan borneol juga dapat membantu pemulihan tubuh dari penyakit atau luka dalam tubuh. (2)

Mencegah penyakit kronis

Seperti yang dijelaskan diatas bahwa temulawak mengandung antioksidan yang sangat baik. Tentunya, antioksidan berfungsi untuk mencegah penyakit-penyakit kronis, seperti kanker, alzheimer, penyakit jantung, dan lainnya. (2)

Menjaga kesehatan hati

Sifat antioksidan dan antiedemic, serta kandungan kurkuminoid di dalam temulawak dapat mendorong empedu dan mencegah batu empedu terjadi. (2)

Mengatasi osteoarthritis

Osteoarthritis adalah peradangan yang terjadi pada persendian. Menurut sebuah penelitian, efek temulawak mirip dengan efek ibuprofen yang diberikan kepada pengidap osteoarthritis. (5)

Manfaat temulawak untuk wajah

Tidak hanya untuk kesehatan, temulawak memiliki manfaat untuk wajah. Manfaatnya adalah dapat menghaluskan kulit kamu. Bahan alami yang ada di dalam temulawak berguna untuk mengikis sel kulit mati yang menyebabkan kulit terlihat kusam dan tidak terawat.

Cara menggunakannya tidak sulit, tidak perlu sampai kamu membuat atau membeli cream temulawak. Dengan mudahnya kamu dapat menempelkan irisan temulawak segar pada wajah. Lakukan dengan rutin dan akan terasa kulit lebih halus dan lembab.

Selain itu, temulawak yang berbentuk masker juga dipercaya dapat menghilangkan jerawat karena temulawak mengandung anti bakteri dan anti inflamasi sehingga dapat menyembuhkan jerawat. (2)

Perbedaan kunyit dan temulawak

Menurut Hello Sehat, ada beberapa perbedaan yang dimiliki kunyit dan temulawak, berikut:

  • Daun: Kunyit memiliki daun berbentuk seperti tulang yang menyirip dengan warna hijau pucat. Sementara temulawak memiliki daun yang lebar dihubungkan dengan pelapah, serta tangkai daun temulawak agak panjang.
  • Batang: Kunyit memiliki batang semu tingginya sekitar 40-100cm. Sedangkan batang temulawak semu yang tingginya dapat mencapai 2,5 meter.
  • Rimpang: Kunyit memiliki rimpang yang bercabang-cabang sehingga berbentuk rimpun. Daging kunyit memiliki warna orange kemerahan yang pekat. Sementara itu, temulawak memilki rimpang yang lebih besar dibanding kunyit. Selain itu, warna daging temulawak adalah kuning pudar.
  • Bunga: Bunga dari kunyit majemuk, berambut, dan bersisik yang berwarna kuning dengan kelopak berbentuk silindris. Sedangkan temulawak bunganya berwarna putih kemerahan atau kekuningan.

Cara membuat ramuan temulawak

Pasti kalian bingung bagaimana cara membuat ramuan temulawak, ya? Caranya sangat mudah kok! Pertama, kalian bisa tumbuk temulawak, lalu seduh di dalam rebusan asam jawa dan gula aren. Tunggu sampai mendidih dan airnya tinggal separuh, baru siap untuk diminum. Silahkan di coba!



Produk Terkait